Pengertian fungsi dan jenis lingkungan pendidikan 2. Sebab bagaimanapun bila berbicara tentang lemb No20 Tahun 2003 pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pengertian pendidikan dan jenis-jenisnya. Di atas tadi adalah penjelasan ringkas mengenai pengertian pendidikan, tujuan, fungsi, dan beberapa jenis pendidikan yang ada di Indonesia. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat dan menambah pengetahuan kamu. OnlineSingle Submission adalah izin berusaha yang dapat digunakan untuk: Usaha mikro, kecil, menengah, hingga besar. Usaha perorangan/badan yang baru maupun yang telah berdiri sebelum adanya OSS. Usaha dengan modal yang seluruhnya berasal dari dalam negeri maupun usaha yang memiliki investor asing. cash. Seseorang dalam kehidupannya pasti memperoleh dampak dari keluarga, sekolah dan masyarakat luas. Ke-3 lingkungan itu kerap disebutkan dengan Tri pusat pendidikan. Wawasan keluarga, sekolah dan masyarakat sebagai lingkungan pendidikan sangat penting dalam usaha untuk membantu perubahan seseorang secara maksimal. Karena pada hakekatnya peran ke-3 pusat pendidikan itu selalu bersama-sama memengaruhi manusia, walau dengan bobot dampak yang beragam sepanjang hidup manusia. Dan dengan begitu seseorang harus memahami akan bermacam jenis lingkungan pendidikan agar bisa menyesuaikan dengan sesama dan tanpa terbujuk akan efek Lingkungan PendidikanLingkungan ialah semua keadaan dan alam sekitar yang memengaruhi perilaku, perkembangan, perubahan hidup manusia. Lingkungan ini meliputi semua material dan stimulus di dalam diri atau di luar diri manusia, baik memiliki sifat fisiologis, psikis, atau sosial lingkungan secara harfiah ialah segala hal yang mengelilingi kehidupan, baik berbentuk fisik seperti alam jagat raya dengan semua isinya, atau berbentuk non-fisik, seperti situasi kehidupan beragama, nilai-nilai dan tradisi yang berjalan di masyarakat, ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang berkembang, dan makna yang luas lingkungan meliputi cuaca dan geografis, rumah, tradisi, pengetahuan, pendidikan dan alam. Dalam kata lain lingkungan adalah segala hal yang terlihat dan ada dalam alam kehidupan yang selalu berkembang. Dia ialah semua yang ada, baik manusia atau benda hasil produksi manusia, atau alam yang bergerak, peristiwa-peristiwa atau beberapa hal yang memiliki jalinan dengan beberapa pengertian di atas bisa diambil kesimpulan jika lingkungan mencakup semua keadaan fisiologis manusia, misalnya nutrisi, syaraf, peredaran darah, pernapasan, dan sebagainya, keadaan psikis manusia, meliputi seluruh stimulus yang diterima manusia sejak dalam periode pranatal, kelahiran, sampai mati, keadaan sosial kultural mencakup hubungan dan keadaan yang memiliki sifat sosial, tradisi, dan keadaan alam sekelilingnya. Pendidikan ialah usaha pembinaan, pembentukan, pembimbingan, pencerdasan, training yang diperuntukkan ke semua peserta didik secara formal, informal atau non juga Komponen-komponen PendidikanDalam UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada ketentuan umum, dijelaskan jika pendidikan ialah upaya sadar dan terkonsep untuk merealisasikan situasi belajar dan proses pembelajaran supaya peserta didik secara aktif meningkatkan kemampuan dirinya untuk mempunyai kekuatan religius keagamaan, pengontrolan diri, personalitas, kepandaian, adab mulia, dan keterampilan yang dibutuhkan dirinya, masyarakat, bangsa dan dan Tujuan Lingkungan PendidikanManusia mempunyai beberapa potensi yang bisa ditingkatkan lewat pendidikan dan pengalaman. Pendidikan dan pengalaman itu muncul karena hubungan manusia dengan lingkungannya, terutama pada tiga lingkungan pokok pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Fungsi pendidikan ialah menolong peserta didik dalam berinteraksi dengan bermacam lingkungan sekelilingnya fisik, sosial dan budaya, khusus bermacam sumber daya pendidikan yang ada, agar diraih tujuan pendidikan yang maksimal. Karena itu proses pendidikan harus memiliki fungsi untuk mendidik perilaku umum dan untuk mempersiapkan pribadi untuk peranan-peranan dengan fungsi ini pendidikan bekerja untuk mengajarkan bermacam jenis pengetahuan, keterampilan dan keahlian dalam rencana menyiapkan anak untuk beberapa pekerjaan juga Beberapa Fungsi Pendidikan Educational FunctionFungsi dan tugas pendidikan sebagai alat untuk mengembangkan kepribadian, kemanusiaan manusia, mengembangkan berbagai potensi kemanusiaan, mengembangkan berbagai keterampilan hidup, mempersiapkan anak untuk dapat melaksanakan tugas hidup dan memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya sendiri, mengantarkan anak pada kehidupan yang baik. Kehidupan masa depan anak pada masyarakat tradisional umum tidak jauh berbeda dengan kehidupan orang tuanya tetapi pada masyarakat modern di mana memerlukan spesialisasi, maka pendidikan yang semula menjadi tanggung jawab keluarga itu kini sebagian besar diambil alih oleh sekolah dan lembaga-lembaga sosial Lingkungan PendidikanSecara garis besarnya lingkungan pendidikan dibagi ke dalam 3 bagian oleh Ki Hajar Dewantara yang disebut sebagai Tri Pusat Pendidikan, yakni keluarga, sekolah, dan Lingkungan KeluargaKeluarga sebagai lingkungan pertama untuk anak, di lingkungan pertama, anak memperoleh dampak sadar. Karenanya keluarga memperoleh kelompok primer yang terbagi dalam beberapa keluarga kecil sebab jalinan sedarah yang memiliki sifat informal dan kodrati dan menjadi instansi pendidikan paling tua. Anak dalam menjalani kehidupan di lingkungan keluarga umumnya menghadapi hambatan2 sebagai berikut iniAnak kurang memperoleh perhatian dan kasih sayang orang orang tua yang tidak sanggup memberi keteladanan untuk Lingkungan SekolahPendidikan di sekolah meliputi pendidikan umum dalam menyiapkan peserta didik menguasai kemampuan dasar untuk melanjutkan pendidikan atau masuk lapangan pekerjaan. Di samping itu sekolah sebagai pendidikan lembaga formal menerima peranan pendidikan berdasar pada azas tanggung Lingkungan MasyarakatPendidikan dalam lingkungan masyarakat nampaknya sudah semakin maju dibanding dengan pendidikan keluarga dan sekolah karena masyarakat adalah lingkungan pendidikan yang besar pengaruhnya pada perubahan individu. Dalam menjalani pendidikan di lingkungan masyarakat umumnya akan mengalami kesulitan-kesulitan sebagai berikut iniLingkungan fisik dan non fisik yang kurang menguntungkan. Sehingga lingkungan yang demikian dapat banyak menghalangi anak dalam yang diberi instansi begitu berat/banyak. Hingga anak tidak dapat menuntaskan tugas itu secara dalam Lingkungan PendidikanDalam dunia pendidikan, keluarga, sekolah, dan masyarakat merupakan peran penting demi tercapainya visi mulia dari pendidikan itu sendiri. Lebih lanjutnya bisa dirinci sebagai berikut. 1. Peran KeluargaPendidikan ialah tanggung jawab bersama di antara keluarga, sekolah, masyarakat atau pemerintahan. Sekolah sebagai pembentuk lanjutan pendidikan dalam keluarga, karena pendidikan yang pertama dan utama didapat anak ialah dalam keluarga. Peranan orang tua dalam merealisasikan kepribadian anak di antaranyaKe-2 orang tua harus mencintai dan mengasihi orang tua harus menjaga ketenangan lingkungan rumah dan mempersiapkan ketenangan jiwa menghargai di antara kedua orang tua dan kumpulan dan rapat keluarga kedua orang tua dan anak.2. Peran SekolahLingkungan sekolah secara keseluruhan sebagai satu mekanisme yang terbagi dalam beberapa faktor dan aspek terpenting yang bisa dideteksi sebagai budaya sekolah, peraturan dan politik sekolah, dan kurikulum formal dan bidang study. Satu dari factor ini kemungkinan menjadi konsentrasi dari reformasi sekolah sebelumnya, tetapi pengubahan itu harus pas pada masing-masing faktor dalam membantu membuat dan memberikan dukungan lingkungan sekolah multi budaya yang efisien. Beberapa contoh sikap yang bisa diaplikasikan di sekolahMelatih pelajar berbudaya salam, sapa dan di sekolah mengucapkan salam sekalian salaman dan cium tangan rekan, satpam, penjual di kantin atau cleaning service di dengan santun tamu yang tiba ke pelajar berbicara dalam bahasa yang bagus dan pelajar duduk dengan santun pelajar makan sambil duduk di lokasi yang sudah disiapkan, tidak sembari dan melatih pelajar shalat Dhuha dan shalat Dzuhur berjamaah di Peran MasyarakatMasyarakat juga mempunyai peranan yang tidak kalah pentingnya dalam usaha pembentukan karakter anak negeri. Dalam masalah ini yang diartikan dengan masyarakat di sini yaitu orang yang lebih tua yang "tidak dekat", "tidak dikenali" "tidak mempunyai ikatan kerabat" dengan anak tapi saat itu berada di lingkungan si anak atau menyaksikan perilaku si anak. Orang-orang inilah yang bisa memberi contoh, mengajak, atau melarang anak dalam melaksanakan suatu peran masyarakat dalam lingkungan pendidikan adalahMasyarakat sebagai pengawas pendidikan supaya sekolah terus membantu dan memberikan dukungan cita-cita dan keperluan berpartisipasi dalam menyiapkan sumber-sumber menyediakan sumber belajar yang bisa dihadirkan ke sekolah. Dalam masyarakat, banyak orang-orang yang memiliki ketrampilan khusus. Bermacam jenis karier itu bisa dijadikan sebagai pembicara pada suatu aktivitas seminar dalam upaya memperbanyak wawasan serta pengetahuan peserta menjadi sumber pelajaran. Peranan masyarakat di sini yaitu memberi bahan pelajaran dalam bentuk aspek alami industri, perumahan, transportasi, perkebunan, dan pendidikan ialah segala hal yang berada di sekitar manusia, baik berbentuk benda mati, makhluk hidup, maupun kejadian-kejadian yang terjadi termasuk keadaan masyarakat khususnya yang bisa memberi dampak kuat pada pribadi. Fungsi pertama lingkungan pendidikan ialah menolong peserta didik dalam berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya baik pendidikan atau bahkan juga menyelimpang darinya. Fungsi kedua lingkungan pendidikan ialah mengajarkan perilaku umum dan untuk menyortir dan menyiapkan peranan-peranan tertentu dalam masyarakat. Sedangkan Jenis lingkungan pendidikan meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan Abuddin. 2010. "Ilmu Pendidikan Islam". Jakarta 2018. "Tinjauan Filosofis Tentang Fungsi Dalam Hidup Manusia". Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 7 No. Subianto. 2013. "Peran Keluarga, Sekolah, Dan Masyarakat Dalam Pembentukan Karakter Berkualitas". Jurnal Penelitian Pendidikan Islam. Vol. 8. No. Nur. 2017. "Peranan Sekolah Sebagai Lembaga Pengembangan Pendidikan Multikultural". Jurnal Tawadhu. Vol. 1. No. 2013. "Pendidikan Dalam Upaya Memajukan Teknologi". Jurnal Pendidikan. Vol. 1 No. Abdul. 2012. "Dasar-dasar pendidikan". Jakarta Kencana Prenada Media Zakiah. 2009. "Ilmu Pendidikan Islam". Jakarta Bumi Aksara. Open donation Kami membuka donasi bagi siapapun yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya untuk pengembangan situs web ini melalui laman; support kami BAB I PENDAHULUAN Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi manuia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Disisi lain proses perkembangan dan pendidikan manusia tidak hanya terjadi dan dipengaruhi oleh proses pendidikan yang ada dalam sistem pendidikan formal sekolah saja. Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. Ketiga lingkungan itu sering disebut sebagai tripusat pendidikan. Dengan kata lain proses perkembangan pendidikan manusia untuk mencapai hasil yang maksimal tidak hanya tergantung tentang bagaimana sistem pendidikan formal dijalankan. Namun juga tergantung pada lingkungan pendidikan yang berada diluar lingkungan formal. 1. Apa pengertian Lingkungan Pendidikan ? 2. Apa saja Jenis-jenis Lingkungan Pendidikan Tripusat Pendidikan ? 3. Apa saja Fungsi Lingkungan Pendidikan ? 4. Seperti apakah Pengaruh Timbal Balik antara Tripusat Pendidikan Terhadap Perkembangan Peserta Didik ? 1. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan Lingkungan Pendidikan . 2. Untuk mengetahui Jenis-Jenis Lingkungan Pendidikan Tripusat Pendidikan . 3. Untuk mengetahui tentang Fungsi Lingkungan Pendidikan . 4. Untuk mengetahui Pengaruh Timbal Balik antara Tripusat Pendidikan Terhadap Perkembangan Peserta Didik Kajian Pustaka dengan mencari informasi menggunakan media internet dan buku buku panduan yang bersangkutan dengan materi Lingkungan Pendidikan BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Lingkungan Pendidikan Lingkungan secara umum diartikan sebagai kesatuan ruang dengan segala benda, daya, keadaan, dan mahluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan dibedakan menjadi lingkungan alam hayati, lingkungan alam non hayati, lingkungan buatan dan lingkungan sosial. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya supaya memiliki kekuatan spritual keagamaan, emosional, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Jadi, lingkungan pendidikan dapat diartikan sebagai berbagai faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap praktek pendidikan. Lingkungan pendidikan sebagai berbagai lingkungan tempat berlangsungnya proses pendidikan, yang merupakan bagian dari lingkungan sosial. B. Jenis Lingkungan Pendidikan Meskipun lingkungan tidak bertanggung jawab terhadap kedewasaan anak didik, namun merupakan faktor yang sangat menentukan yaitu pengaruhnya yang sangat besar terhadap anak didik, sebab bagaimanapun anak tinggal dalam satu lingkungan yang disadari atau tidak pasti akan mempengaruhi anak. Pada dasarnya lingkungan mencakup lingkungan fisik, lingkungan budaya, dan lingkungan sosial. Lingkungan sekitar yang dengan sengaja digunakan sebagai alat dalam proses pendidikan pakaian, keadaan rumah, alat permainan, buku-buku, alat peraga, dll dinamakan lingkungan pendidikan. Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam interaksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya, utamanya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal. Dilihat dari segi anak didik, tampak bahwa anak didik secara tetap hidup di dalam lingkungan masyarakat tertentu tempat ia mengalami pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantara lingkungan tersebut meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah an lingkungan masyarakat, yang disebut Tripusat Pendidikan. Keluarga merupakan pengelompokkan primer yang terdiri dari sejumlah kecil orang karena hubungan sedarah. Keluarga itu dapat berbentuk keluarga inti ayah, ibu, dan anak . Faktor – faktor lain dalam keluarga itu ikut pula mempengaruhi tumbuh kembangnya anak, seperti kebudayaan, tingkat kemakmuran, keadaan perumahannya, dan sebagainya. Dengan kata lain, tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh keseluruhan situasi dan kondisi keluarganya. Pendidikan keluarga, terdapat beberapa ketentuandalam UU RI Tahun 1989 tentang Sisdiknas yang menegaskan fungsi dan peranan keluarga dalam pencapaian tujuan pendidikan yakni membangun manusia dalam keluarga dan yang memberi keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral, dan keterampilan Pasal 10 Ayat 2. Menurut Ki Hajar Dewantoro, suasana kehidupan keluarga merupakan tempat yang sebaik-baiknya untuk melakukan pendidikan individual maupun pendidikan sosial. Keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua, bersifat informal, yang pertama dan utama dialami oleh anak serta lembaga pendidikan yang bersifat kodrati orang tua bertanggung jawab memelihara, merawat, melindungi dan mendidik anak agar tumbuh. Lingkungan keluarga sungguh-sungguh merupakan pusat pendidikan yang penting dan menentukan, karena itu tugas pendidikan adalah mencari cara, membantu para ibu dalam tiap kelurga agar dapat mendidik anak- anaknya dengan optimal. Pada umumnya ibu bertanggiung jawab untuk mengasuh anak, oleh karena itu pengaruh hubungan antara ibu dan anak perlu mendapat perhatian, utamanya pengaruh pengawasan berlebihan ini menjadi dua, yakni memanjakan dan mendominasi anak. Anak yang dimanjakan akan lebih bersifat tidak penurut, agresif, dan suka menentang. Sebaliknya, anak yang di asuh oleh ibu yang suka mendomilisi akan berkembangnya menjadi anak yang penurut, dan selalu terganting kepada orang lain kurang inisiatif. Di samping hubungan antara ibu dan anak, komposisi keluarga juga mempunyai pengaruh terhadap perkembangan, utamanya proses sosialisasi. Beberpa penelitian menujukkan bahwa banyaknya anggota keluarga dan urutan kelahiran seoarang anak mempunyai pengaruh terhadap perhatian. Beberapa hasil penelitian telah memberi gambaran bahwa ayah mempunyai arti yang berbeda-beda di mata anak. Akhirnya perlu ditegaskan lagi bahwa disamping pendidikan keluarga itu, keluarga juga seyogianya ikut mendukung program-program lingkungan pendidikan lainnya kelompok bermain, penitipan anak, sekolah, kursus/kelompok belajar, organisasi pemuda seperti pramuka. Palang merah remaja, dan lain – lain. Pendidikan keluarga berfungsi a. Sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak. b. Menjamin kehidupan emosional anak. c. Menanamkan dasar pendidikan moral. d. Memberikan dasar pendidikan sosial. e. Meletakkan dasar-dasar pendidikan agama bagi anak-anak. f. Memberikan dasar pendidikan sosial. g. Meletakkan dasar-dasar pendidikan agama bagi anak-anak. Tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga, terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam keterampilan. Oleh karena itu dikirimkan anak ke sekolah. Sekolah merupakan sarana yang secara sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan. Semakin maju suatu masyarakat semakin penting peran sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk dalam proses pembangunan masyarakat. Sekolah bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak selama mereka diserahkan kepadanya. Karena itu sebagai sumbangan sekolah sebagai lembaga terhadap pendidikan, diantaranya sebagai berikut a. Sekolah membantu orang tua mengerjakan kebiasaan-kebiasaan yang baik serta menanamkan budi pekerti yang baik. b. Sekolah memberikan pendidikan untuk kehidupan di dalam masyarakat yang sukar atau tidak dapat diberikan di rumah. c. Sekolah melatih anak-anak memperoleh kecakapan-kecakapan seperti membaca, menulis, berhitung, menggambar serta ilmu-ilmu lain sifatnya mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan. Di sekolah diberikan pelajaran etika, keagamaan, estetika, membenarkan benar atau salah, dan sebagainya. Suatu alternatif yang mungkin dilakukan sesuai situasi dan kondisi sekolah antara lain a. Pengajaran yang mendidik. b. Peningkatan dan pemantapan pelaksanaan program bimbingan dan penyuluhan BP di sekolah. c. Pengembangan perpustakaan sekolah menjadi suatu pusat/sumber belajar PSB d. Peningkatan dan pemantapan program pengelolaan sekolah. Masyarakat merupakan lembaga pendidikan yang ketiga setelah pendidikan di lingkungan keluarga dan pendidikan di sekolah. Bila dilihat ruang lingkup masyarakat, banyak dijumpai keanekaragaman bentuk dan sifat masyarakat . Namun justru keanekaragaman inilah dapat memperkaya budaya bangsa Indonesia. Lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat adalah salah satu unsur pelaksana asas pendidikan seumur hidup. Pendidikan yang diberikan di lingkungan keluarga dan sekolah sangat terbatas, di masyarakatlah orang akan meneruskannya hingga akhir hidupnya. Segala pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di lingkungan pendidikan keluarga dan di lingkungan sekolah akan dapat berkembang dan dirasakan manfaatnya dalam masyarakat. Tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan sebenar-benarnya masih belum jelas, tidak sejelas tanggung jawab pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Hal ini disebabkan faktor waktu, hubungan, sifat, dan isi pergaulan yang terjadi di dalam masyarakat. Waktu pergaulan terbatas, hubungannya hanya pada waktu-waktu tertentu, sifat pergaulan nya bebas, dan isisnya sangat kompleks dan beraneka ragam. Meskipun demikian, masyarakat mempunyai peran yang besar dalam pelaksaan pendidikan nasional. Peran masyarakat itu antara lain menciptakan suasana yang dapat menunjang pelaksaan pendidikan nasional, ikut menyelenggarakan pendidikan non pemerintah swasta , membantu pengadaan tenaga, biaya, sarana dan prasarana, menyediakan lapangan kerja, membantu pengembangan profesi baik secara langsung maupun tidak langsung Kaitan antara masyrakat dan pendidikan dapat ditinjau, dari segi yakni a. Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan, baik yang dilembagakan jalur sekolah dan jalur sekolah maupun yang tidak dilembagakan jalur luar sekolah . b. Lembaga – lembaga kemasyarakatan atau kelompok sosial dimasyarakat, baik langsung maupun tak langsung, ikut mempunyai peran dan fungsi edukatif. c. Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar, baik yang dirancang by design maupun yang dimanfaatkan utility . C. Fungsi Lingkungan Pendidikan Terhadap Proses Pendidikan Manusia Setiap pusat pendidikan dapat berpeluang memberikan kontribusi yang besar dalam ketiga kegiatan pendidikan, yakni a. Pembimbingan dalam upaya pemantapan pribadi yang berbudaya. b. Pengajaran dalam upaya penguasaan pengetahuan. c. Pelatihan dalam upaya pemahiran keterampilan. Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam interaksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya, utamanya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal. Terdapat hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi antara lingkungan yang satu dengan lingkungan yang lain. Lingkungan keluarga sebagai dasar pembentukan sikap dan sifat manusia. Lingkungan sekolah sebagai bekal keterampilan dan ilmu pengetahuan, sedangkan lingkungan masyarakat merupakan tempat praktek dari bekal yang diperoleh di keluarga dan sekolah sekaligus sebagai tempat pengembangan kemampuan diri. D. Pengaruh Timbul Balik antara Tripusat Pendidikan Terhadap Perkembangan Peserta Didik Perkembangan peserta didik, seperti juga tumbuh – kembang anak pada umumnya, dipengaruhi oleh berbagai faktor yakni hereditas, lingkungan proses perkembangan, dan anugerah. Khusus untuk faktor lingkungan, peranan tripusat pendidik itulah yang paling menentukan, baik secara sendiri – sendiri ataupun secara bersama – sama. Ada tiga kegiatan pendidikan, yakni a. Pembimbingan dalam upaya pemantapan pribadi yang berbudaya. b. Pengajaran dalam upaya penguasan pengetahuan. c. Pelatihan dalam upaya pemahiran keterampilan. Di samping peningkatan kontribusi setiap pusat pendidikan terhadap perkembangan peserta didik, diprasyaratkan pula keserasian kontribitusi itu, serta kerja sama yang erat dan harmonis antartripusat. Dalam petunjuk penerapan muatan lokal kurikuun SD Lampiran No. 0412/U1987 dikemukakan beberapa tujuan yang lebih rinci dari muatan lokal tersebut yang dikategorikan dalam dua kelompok, sebagai berikut 1. Tujuan – tujuan yang segera dapat dicapai, yakni a Bahan pengajaran lebih mudah diserap oleh murid. b Sumber belajar di daerah dapat lebih dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan. c Murid dapat menerpakan pengetahuan untuk memecahkan masalah yng ditemukan di sekitarnya. d Murid lebih mengenal kondisi alam, lingkungan sosial, dan lingkungan budaya yang terdapat di daerahnya. 2. Tujuan – tujuan yang memerlukan waktu yang relatif lama untuk mecapainya, yakni a Murid dapat meningkatkan pengetahuan mengenai daerahnya. b Murid diharapakan dapat menolonga orang tuanya dan menolong dirinya sendiri dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. c Murid menjadi akrab dengan lingkungannya dan terhindar dari keterasingan terhadap lingkungannya sendiri. BAB III PENUTUP Proses mencapai tujuan pendidikan untuk menghasilkan manusia yang unggul baik secara pribadi maupun penguasaan ilmu pengetahuan tidak hanya tergantung tentang bagaiamana sistem pendidikan dijalankan oleh lingkungan pendidikan formal. Namun juga dipengaruhi oleh lingkungan keluarga serta lingkungan masyarakat. Antara lingkungan pendidikan yang satu dan lingkungan yang lain yang disebut sebagai Tripusat Pendidikan. Pendidikan tidak dapat berdiri sendiri, namun ada hubungan saling mempengaruhi diantara lingkungan pendidikan. Melihat kenyataan bahwa untuk mencapai tujuan pendidikan yang maksimal diperlukan sebuah hubungan timbal balik yang yang erat maka diperlukan sebuah koordinasi antar lingkungan pendidikan. Dalam menentukan kurikulum lingkungan formal sekolah baiknya untuk mepertimbangankan faktor lingkungan keluarga dan masyarakat. Bahkan kalau memungkinkan melibatkan keluarga anak didik dan tokoh masyarakat dalam merumuskan kurikulum pendidikan. DAFTAR PUSTAKA Tirtarahardja, Umar dan La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta Rineka Cipta Ardhan,Wayan. ED..1989. Dasar – Dasar Kependididkan . Malang FIP IKIP Malang Tirtarahardja, Umar dan La Sulo. 2008. Pengantar Pendidikan. Jakarta Rineka Cipta. Ihsan, Drs. H. Fuad. 1995. Dasar-Dasar Pendidkan. Jakarta Rineka Cipta 0% found this document useful 1 vote3K views13 pagesDescriptionTugas kelompokku di mata kuliah Pengantar TitlePengertian, Fungsi, dan Jenis Lingkungan PendidikanCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 1 vote3K views13 pagesPengertian, Fungsi, Dan Jenis Lingkungan PendidikanOriginal TitlePengertian, Fungsi, dan Jenis Lingkungan PendidikanDescriptionTugas kelompokku di mata kuliah Pengantar descriptionJump to Page You are on page 1of 13 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 12 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

pertanyaan tentang pengertian fungsi dan jenis lingkungan pendidikan